ANALSIS PENERAPAN BAURAN PEMASARAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN NASABAH KREDIT BANK NEGARA INDONESIA (BNI) CABANG METRO
Oleh
Tri Satia Hadi
Dewasa ini kebutuhan masyarakat akan kredit semakin beragam, dan masing-masing individu berusaha untuk memenuhi kebutuhannya tersebut. Bank-bank yang ada berlomba-lomba untuk membantu nasabah dalam memenuhi kebutuhan dan keinginannya tersebut dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan dan keinginan nasabah tersebut maka saat ini bank-bank nasional baik bank swasta maupun bank pemerintah berlomba-lomba untuk memberikan kredit kepada nasabah. Salah satu bank pemerintah di Indonesia adalah PT. Bank Negara Indonesia, Tbk (BNI) Kantor Cabang Metro.
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat diidentifikasikan permasalahan sebagai berikut : bagaimana kepuasan nasabah kredit atas pelaksanaan bauran pemasaran (marketing mix) di BNI Metro? Dan apakah ada perbedaan tingkat kepuasan nasabah berdasarkan kategori kredit produktif dan konsumtif? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan nasabah kredit atas pelaksanaan bauran pemasaran baik secara keseluruhan dan juga sesuai kategori kredit produktif dan konsumtif dan untuk mengetahui perbedaan variable yang mempengaruhi tingkat kepuasan nasabah kredit kategori produktif dan konsumtif. Manfaat Penelitian ini adalah sebagai sarana penerapan teori yang penulis peroleh selama kuliah dalam dunia praktek, memberikan masukan-masukan (input) pada manajemen BNI dalam strategi penyaluran kredit dan sebagai bahan bacaan bagi pihak lain guna menambah khasanah ilmu pengetahuan.
Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa nasabah kredit yang diklasifikasikan atau digolongkan ke dalam kredit Produktif dan konsumtif secara keseluruhan adalah nasabah telah merasa puas akan penerapan bauran pemasaran pada atribut produk, people, dan process dan berharap agar BNI dapat mempertahankan tingkat layanannya; penerapan price dan pyisical evidence belum cukup memuaskan nasabah, sehingga perlu konsentrasi untuk perbaikan pada penerapan variabel tersebut; khusus variabel Place & Promotion, nasabah tidak merasa perlu untuk ditingkatkan.
Terdapat perbedaan tingkat kepuasan nasabah dalam penerapan bauran pemasaran untuk setiap kategori nasabah kredit di BNI. Perbedaan tersebut tidak signifikan dan hanya perlu perhatian khusus untuk kinerja bauran pemasaran : kategori produktif : nasabah puas akan penerapan variabel produk, people, dan physical evidence. Sedangkan untuk Processe harus diperbaiki karena nasabah belum merasa puas. Bagi nasabah Produktif variabel Promotion tidak dianggap penting : kategori konsumtif : nasabah puas akan penerapan variabel people, produk dan process. Sedangkan untuk price perlu diperbaiki karena nasabah belum merasa puas. Bagi nasabah konsumtif variabel pysical evidence, promotion dan place tidak dianggap penting serta penerapan process dirasa terlalu berlebihan.
Info Lebih Lanjut: http://digilib.unila.ac.id